Skip to main content

Kopi Susu Legendaris Medan Ada di Kedai Kopi Apek

Kopi susu di kedai legendaris ini sudah melegenda. Kopi hitam dan kopi susu diracik dengan kopi lokal. Cocok disantap dengan aneka camilan di pagi hari.

Kalau di Jakarta Kopi Tak Kie jadi salah satu yang legendaris, Medan juga punya kopi yang sudah melegenda sejak dulu. Namanya Kedai Kopi Apek yang berlokasi di Jalan Hindu No. 37, Medan. Sudah ada sejak tahun 1923, Kedai kopi yang mungil ini selalu dipenuhi para penggemarnya, tidak hanya warga keturunan China tapi juga penduduk lokal.

Baca juga: Sudah Ada Sejak 1927, Ini Es Kopi Susu Legendaris di Jakarta!

Suasana di Kedai Kopi Apek. Foto: miagunawan2110 instagram Nama Atek didapatkan dari nama anak pasangan Thia A Kee dan Khi Liang Kiao. Kini kedai legendaris ini diteruskan oleh generasi ketiga yaitu anak dari Atek yang punya nama lengkap Thia Tjo Lie.

Berupa bangunan sedeehana, kedai kopi Apek menempati tanah seluas 40-50 m2 yang terbagi menjadi dua area, yaitu area untuk meracik kopi dan tempat duduk para pengunjung. Hanya ada 3-4 meja kayu kuno dan harap bersabar jika datang di pagi hari karena selalu penuh.

Meja kayu bundar yang dikelilingi oleh kursi kayu kuno jadi ciri khas. Dindingnha dipenuhi gantungan hiasan-hiasan kalender kuno bergaya China. Semerbak wangi kopinya terus menerus tercium.

Racikan kopi yang khas dari kedai ini adalah kopi Sidikalang. Kebanyakan orang kalau berkunjung ke sini mencicip kopi Sidikalang hitam atau dipadu dengan susu dan es. Selain kopi hitam yang diracik dari kopi berjenis Robusta, Anda bisa menikmati kopi susu yang ditambahkan dengan susu kental manis.

Kopi dan camilan enak di Kedai Kopi Atek. Foto: detikFood Baca juga: Racikan Kopi Susu Tradisional yang Sederhana dengan 2 Bahan

Makanannya juga ada roti bakar dengan olesan srikaya dan telur ayam kampung setengah matang yang dimakan dengan merica, garam dan kecap asin.

Kalau ingin makan kenyang bisa memesan bakmi atau kwetiau goreng yang ada di gerobak dinluar kedai. Dikenal enak karena dimasak saat dipesan. Atay beli saja jajan pasar seperti aneka gorengan, cakue, onde, talas dan kue puntir wijen di pasar yang tak jauh dari kedai ini.

Telur setengah matang yang jadi favorit di kedai ini. Foto: Mynametere Instagram Tidak seperti kebanyakan es kopi sekarang, kedai legendaris di Medan ini justru meracik kopinya dengan campuran susu kental manis secara terpisah.

Kalau sedang berkunjung ke Medan, jangan lupa untuk mampir ke sini. Buka setiap hari, Anda bisa menikmati kopi sejak pukul 6 pagi hingga jam 2siang.

Seperti kedai kopi lokal lain di Sumatra. Kedai ini juga hanya fokus menjual kopi dan roti bakar. Kios-kios makanan di sekitarnya menyajikan aneka makanan yang boleh dinikmati di dalam kedai. Tentunya sambil menghirup kopi yang harum legit.

Baca juga: Mampir ke Medan, Jangan Lupa Mampir ke 4 Kedai Kopi Ini!

(odi/lus)

Comments

Popular posts from this blog

Jonan Yakin Perundingan dengan Freeport Bisa Selesai Bulan Ini

Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan optimistis perundingan antara pemerintah dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) akan segera menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak dalam waktu dekat.Kick off meeting perundingan antara PT Freeport Indonesia dan pemerintah telah dimulai pada 4 Mei 2017 lalu. Freeport dan pemerintah sepakat berunding selama 8 bulan sejak 10 Februari 2017 sampai 10 Oktober 2017. Jonan ingin perundingan selesai sebelum deadline 10 Oktober 2017. Menurutnya, hal itu sangat dimungkinkan karena sejauh ini negosiasi antara pemerintah dan PTFI berjalan baik. "Sebenarnya kita sepakat punya waktu untuk diselesaikan sebelum Oktober. Kalau bisa selesai lebih cepat lebih baik. Kan ini perundingannya menurut saya enggak sulit-sulit amat," kata Jonan saat ditemui di Kementerian ESDM, Rabu (5/7/2017).Kalau bisa, lanjut Jonan, perundingan selesai dalam waktu 2 bulan saja sejak kick off meeting. Artinya, akhir Juli diharapkan sudah ada kesepakatan.…

Sudirman Said: Ahmad Dhani Tidak Gabung Tim Sinkronisasi

Jakarta - Musisi Ahmad Dhani ikut memberi masukan saat pertemuan dengan anggota tim pokja wisata Anies-Sandi. Meski demikian, Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi, Sudirman Said mengatakan Dhani tidak otomatis bergabung dengan tim sinkronisasi. "Kita memang banyak membuka masukan dari banyak pihak. Tidak semua pemberi ide tercatat dalam struktur resmi," kata Sudirman kepada wartawan, Senin (3/7/2017).Sudirman mengatakan terbuka kepada siapapun yang memberikan masukan atau informasi. Dirinya menegaskan semua keputusan final dari masalah yang didiskusikan tim sinkronisasi akan diserahkan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Anies Baswedan-Sandiaga Uno"Finalisasi akhirnya di tangan Gubernur dan Wakil Gubernur," kata Sudirman.Ahmad Dhani saat pertemuan pokja wisata Anies-Sandi / Foto: Ahmad Dhani masuk di tim wisata budaya Anies-Sandi. (Dwi Andayani/detikcom).Sementara itu, Sandiaga mengatakan kapasitas Ahmad Dhani dalam pertemuan dengan anggota pokja wisata, Min…

Jangan Iri! Pengasuh Rafathar dan Gempita Keliling Eropa

Jakarta - Saat ini keluarga Raffi Ahmad dan Gading Marten sama-sama berlibur ke Eropa. Mereka juga turut serta mengajak pengasuh anak mereka ikut berlibur.Momen liburan Lala, pengasuh Rafathar dan Siti atau yang biasa disapa Koneng, pengasuh Gempita, diabadikan melalui setiap foto atau Insta Story di media sosial. Bahkan seperti tak ada perbedaan, mereka sama-sama menikmati lokasi sampai makanan yang sama dengan majikan mereka.Lala memang ikut dengan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina keliling Eropa sejak hari ketiga lebaran. Di awal perjalanan, Lala rajin memposting foto seperti saat dirinya tiba di Amsterdam. Tak lupa, Lala juga berpose bareng Raffi dan Nagita serta Rafathar.Foto: Raffi Ahmad, Nagita Slavina dan Lala (Instagram Lala)Bahkan saat tiba di kota Paris, Lala memposting foto saat dirinya berada di depan Menara Eiffel. Di sinilah, Koneng, asisten Gempita turut berkomentar dan memintanya untuk menunggu di Paris.Benar saja, bersama Gading Marten, Gisel serta Gempita, Ko…