
Kedatangan mereka ke Banyuwangi dalam rangka untuk merayu kota tersebut menjadi tuan rumah Apresiasi Film Indonesia (AFI). Pusat Pengembangan (Pusbang) Film Indonesia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memilih Kabupaten Banyuwangi untuk menjadi tuan rumah apresiasi film pendek dan dokumenter tahun ini.
"Biasanya daerah itu pada minta untuk jadi tuan rumah, tapi Pusbang film tidak semata-mata langsung menerima. Dan kali ini Banyuwangi tanpa mengajukan, dari teman-teman dokumenter dan kami yang langsung memilih," ujar Ninik L Karim, kepada detikcom, di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Selasa (10/10/2017).
Ninik mengatakan, keseriusan Banyuwangi dalam hal mengangkat potensi pariwisata, seni budaya dan ekonominya cukup dilihat dari hal sederhana, saat dirinya baru mendarat di Bandara Blimbingsari.
"Banyuwangi lagi booming. Selain itu tempatnya bersih. Kami melihat Banyuwangi secara keseluruhan patut," ujarnya.
Tidak jauh berbeda seniman kawakan, Selamet Raharjo. Menurutnya, Banyuwangi dipilih karena sangat optimis bisa memajukan daerahnya. Banyuwangi menjadi tuan rumah AFI tahun ini bukan dari tim Pusbang Film Indonesia saja, tapi juga dari kalangan pembuat film.
"Ini permintaan kalangan pembuat film dokumenter, minta apreisasi film ada di Banyuwangi. Pelaksanaannya sekitar November," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya Banyuwangi siap dipercaya menjadi tuan rumah apresiasi film.
Sebelumnya kata Anas, Banyuwangi terus berupaya konsisten untuk mengembangkan film sinematografi, seperti lomba pembuatan film pendek.
"Pertama kami merespons baik, dan sadar film ini penting. Bapak klik di YouTube banyak hal positif yang di campaign oleh anak anak muda. Setiap tahun, Banyuwangi mengadakan festival film pendek, jadi Anak-anak di desa bikin film, tidak hanya di kota. Jadi ini cara kami untuk memberikan ruang kreatif kepada Anak-anak muda Banyuwangi," ujar Anas. (kmb/kmb)
Comments
Post a Comment